Artikel
Ellin Octaviani, SE, MM
Pengantar Kerja Ahli Madya
Pada masa pandemic, jumlah kaum muda yang memberanikan diri untuk berwirausaha terlihat lebih dominan. Hal ini dikarenakan generasi muda lebih muda lebih mudah beralih dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain. Salah satu factor yang mempengaruhi kesuksesan pemuda untuk berwirausaha adalah tanggap teknologi. Dengan penguasaan teknologi yang mumpuni, mereka dapat mengembangkan usahanya sesuai dengan tren yang ada saat ini. Untuk memaksimalkan potensinya, kaum muda yang baru merintis usaha membutuhkan pendampingan dari Tenaga Kerja Sukarela (TKS) melalui program pendayagunaan TKS.
Program Pendayagunaan TKS merupakan program andalan Kementerian Ketenagakerjaan yang terus berkembang sesuai dengan tantangan perubahan zaman. Awalnya, program ini berfokus pada kelompok masyarakat yang berpartisipasi dalam program pemberdayaan kelompok tenaga kerja mandiri. l'rinsip pendayagunaan TKS adalah melbatkan masyarakat dalam inengembangkan berbagai potensi, schingga mampu mencapai kualitas kehidupan yang lebih baik.
Program ini memfasilitasi proses pengembalian keputusan yang terkait dengan kebutuhan masvarakat di antaranya, membangun kompetensi untuk meningkatkan pendapatan, melaksanakan usaha UKM serta mengembangkan perencanaan dan pelaksanaan kegatan yang melibatkan masyarakat. Kegiatan ini juga diharapkan akan menciptakan kader kader wirausaha muda dan pengusaha pemula yang berkualitas, produktif, dan beretos kerja tinggi.
Upaya tersebut dilakukan agar perluasan kesempatan kerja dengan pola pendampingan kepada masyarakat bisa berjalan secara mandiri dan berkelanjutan. TKS harus mampu mengantisipasi perubahan yang memengaruhi dunia saat ini. Terlebih Ketika bangsa Indonesia tengah dilanda pandemic Covid-19. Menyikapi dan mencermati kondisi ketenagakerjaan dewasa ini, khususnya tingkat pengangguran yang sangat tinggi, maka diperlukan penanganan yang lebih serius dan komprehensif. Kegagalan dalam menangani masalh pengangguran berujung pada meningkatnya angka kemiskinan.
Pendampingan dalam pendayagunaan TKS menekankan pada interaksi intensif antara TKS pendamping dengan kelompok usaha masyarakat. Tujuan utama dari pendampingan itu adalah terjadinya proses perubahan kreatif yang diprakarsai oleh para anggota kelompok untuk peningkatan kualitas hidup dan kemandirian.
Strategi pendampingan lazim digunakan program program pemberdayaan masyarakat. Begitu pula dnegan penciptaan wirausaha baru dalam masyarakat desa yang memerlukan pendampingan sesuai dengan persyaratan. Hal ini berangkat dari kesadaran bahwa kondisi kelompok usaha masyarakat didesa yang umumnya masih berada dalm kondisi lemah secara akses ekonomi, sosial budaya, dan politik sehingga menghendaki adanya strategi pendampingan yang inovatif serta integrative, seperti cara mengemas produk menarik konsumen untuk membeli.
Peranan TKS dibutuhkan untuk menyikapi kondisi ketenagakerjaan Indonesia yang didominasi oleh usia produktif. TKS yang melakukan pendampingan harus mampu melaksanakan tugas secara kreatif dan inovatif sehingga dapat memotivasi kelompok muda memiliki peranan sebagai motivator, fasilitator, mediator dan innovator dalam merumuskan ide-ide guna pengembangan usaha kelompok kaum muda. Terlebih lagi dalam rangka penyebarluasan informasi, TKS harus berperan sebagai promotor dalam mempromosikan usaha-usaha kelompok muda melalui media sosial, iklan, dll.
“Peranan TKS dibutuhkan untuk menyikapi kondisi ketenagakerjaan Indonesia yang didominasi oleh produktif”
Pendampingan merupakan inti tugas TKS, baik pendampingan usaha mikro maupun pendampingan di bidang penempatan tenaga kerja. TKS harus menyandang gelar sarjana dan harus memiliki jiwa sosial yang tinggi sehingga lebih terampil dalam membimbing , memotivasi, serta memfasilitasi masyarakat dalam merintis dan mengembangkan usaha mandiri. Selanjutnya, dalam proses kerjanya sebagai pendamping, para TKS diharapkan tidak segan berkomunikasi, berkonsultasi, dan menjalin kolaborasi dengan dinas-dinas ketenagakerjaan di wilayahnya masing-masing.
Keterampilan dasar yang harus dimiliki TKS sebagai pendamping adalah kemampuan berkomunikasi antarpribadi. Berkerjasama dengan kelompok dampingan, mengelola konflik, bisa menggunakan media komunikasi seperti mengoperasikan computer, internet dan kewirausahaan. Sebelum masuk ke dalam pendampingan, adabeberapa tahapan yang harus dilalui agar kegiatan tersebut lebih terarah. Adapun tahapan kegiatan tersebut terbagi menjadi dua tahap yakni rekrutmen TKS dan pengenalan kebutuhan masyarakat. Tahap perekrutan TKS merupaakan salah satu tahap penentu keberhasilan program pendampingan. Proses rekrutmen ini diupayakan menghasilkan tenaga kerja pendamping yang berdedikasi tinggi dan mempunyai motivasi yang kuat dengan Batasan usia antara 25-65 tahun. Selanjutnya pada tahap pengenalan kebutuhan masyarakat, penting dilakukan untuk mengetahui apa yang diperlukan oleh masyarakat disuatu daerah sehingga dapat bermanfaat bagi kepentingan orang banyak.
Dalam pelaksanaan pendampingan masyarakat, perlu disadari bahwa pendampingan masyarakat, perlu disadari bahwa pendampingan tidak dapat bekerja sendiri. Ada banyak keterbatasan yang akan mereka hadapi. Berdasarkan pengalaman para TKS dilapangan, pada umumnya permasalahan yang dihadapi oleh kelompok kaum muda adalah akses permodalan, izin usaha, kemasan, dan pemasaran. Jika melihat permasalahan tersebut maka TKS perlu membangun jejaring kerja sama/kemitraan dengan berbagai instansi/organisasi, baik pemerintah maupun non pemerintah, dalam lingkup nasional maupun internasional.
Kemitraan yang dibangun TKS merupakan hubngan kerja sama antara dua pihak atau lebih untuk memenuhi kebutuhan dalam proses pendampingan sebelum membangun sbuah kemitraan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, TKS harus mengidentifikasi kebutuhan kelompok dampingan dan kemudian menentukan mitra yang sesuai dengan kebutuhan kelompok. Dalam proses tersebut TKS diharapkan melakukan negosiasi dengan baik serta menjaga hubungan yang telah terjalin.
Menjalin Kerjasama bisnis atau kemitraan yang dilakukan TKS merupakan terobosan untuk memperluas jaringan usaha. Tujuannya untuk mendapatkan berbagai manfaat yang saling mendukung kepentinfan usaha dari kedua belah pihak, baik kerja sama manajemen, pembiayaan maupun pemasaran. Hal-hal penting yang harus diperhatikan TKS dalam menentukan mitra kerja adalah menelusuri dan mencari siapa calon mitra bisnis yang paling tepat dan sesuai dengan visi misi usaha. DI samping itu beberapa prinsip kemitraan yang harus diketahui TKS antara lain:
- Prinsip kesamaan visi, misi, dan tujuan
- Prinsip kebersamaan atau semangat gotong royong
- Prinsip keseimbangan
- Prinsip keadilan dan transparasi atau keterbukaan
- Prinsip manfaat
- Prinsip keberlanjutan
Keberhasilan sebuah kelompok tergantung pada pendampingan yang dilakukan TKS. Seorang TKS harus mampu menjalin komunikasi dan hubungan yang baik dengan kelompok yang didampingi. Setiap TKS memiliki cara tersendiri dalam mendampingi kelompok agar usahanya dapat berkembang. Namun, ada beberapa etika yang tidak boleh dilakukan oleh TKS diantaranya adalah memaksa kelompok yang baru merintis usaha dalam menentukan jenis kegiatan yang akan dijalankan.
Selain itu, TKS tidak diperkenankan memungut biaya atas jasa pendampingan yang telah dilakukan serta menjatuhakan kelompok binaannya kepa kelompok lain. Pengalaman TKS mendampingi kelompok sangatlah bermanfaat kedepannya. Pada masa yang akan datang, para alumni TKS dapat membuat inkubasi bisnis secara mandiri. Dengan demikian, mereka dapat membbuka peluang usaha dan pekerjaan bagi pengangguran disekitarnya (*)

