Artikel
Program pemberdayaan masyarakat melalui Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Pemula merupakan salah satu skema perluasan kesempatan kerja yang menjadi tugas dan fungsi Direktorat Bina Perluasan Kesempatan Kerja, Ditjen Binapenta dan PKK Kementerian Ketenagakerjaan. Program ini bertujuan menciptakan tenaga kerja mandiri pemula sesuai dengan potensi daerah dan menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat.
Sasaran peserta program TKM Pemula adalah para penganggur dan setengah penganggur atau pencari kerja yang bukan termasuk Pegawai Negeri Sipil (PNS), anggota TNI dan Polri, tidak sedang terikat perjanjian dengan pemerintah atau swasta, serta belum pernah menerima bantuan dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Selain itu, TKM Pemula juga memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada mereka yang berada di wilayah terluar, terdepan dan tertinggal, wilayah kemiskinan ekstrem, wilayah perluasan kesempatan kerja, wilayah desa migran produktif, wilayah dengan pengangguran tinggi, wilayah terdampak bencana, para penyandang disabilitas serta para tenaga kerja bongkar muat. Wilayah kemiskinan ekstrem menjadi fokus pemerintah, sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Upaya penanggulangan kemiskinan ekstrem dilaksanakan dengan multiple interventions. Usaha tersebut dilakukan dengan dua pendekatan utama yaitu: pertama, mengurangi beban pengeluaran kelompok miskin dan rentan melalui berbagai program perlindungan sosial dan subsidi. Kedua, melakukan pemberdayaan dalam rangka meningkatkan produktivitas kelompok miskin dan rentan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi. Upaya percepatan dilakukan di wilayah yang memiliki kantong-kantong kemiskinan ekstrem. Strategi penanggulangan kemiskinan ekstrem memerlukan perlakuan khusus agar lebih terkonsolidasi, terintegrasi dan tepat sasaran. Kemiskinan ekstrem diprediksi bisa mencapai tingkat nol persen pada 2024 apabila dilakukan kolaborasi intervensi yang masif.
Fakta Kemiskinan Ekstrim
Kemiskinanekstrim adalah kondisi ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar yaitu kebutuhan makanan, air minum bersih, sanitasi layak, kesehatan, tempat tinggal, pendidikan, dan akses informasi yang tidak hanya terbatas pada pendapatan, tapi juga akses pada layanan sosial. Menurut Bank Dunia, penduduk miskin ekstrem adalah mereka yang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari tidak lebih dari USD1,9 PPP (Purchasing Power Parity). Kemiskinan ekstrem diukur menggunakan “absolute poverty measure” yang konsisten antar negara dan antar waktu. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tren angka kemiskinan ekstrem di Indonesia sebenarnya mengalami penurunan tiap tahunnya. Pada 2021, angka kemiskinan mencapai 10,1 persen kemudian turun menjadi 9,5 persen pada tahun berikutnya. Sedangkan pada 2023, angka kemiskinan ekstrem menurun drastis di angka 2,04 persen.
Hasil identifikasi Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), program dan kegiatan penanggulangan kemiskinan yang ada di kementerian/lembaga terbagi dalam dua aspek. Pertama, program pengurangan beban pengeluaran kelompok miskin ekstrem melalui bantuan sosial dan subsidi. Kedua, program pemberdayaan untuk meningkatkan produktivitas dan kapasitas ekonomi.
Implementasi Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2022 Tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem dilakukan dengan cara perluasan kesempatan kerja dan berwirausaha. Hal itu dilakukan dengan menciptakan lapangan kerja baru dan mengembangkan lapangan pekerjaan yang sudah ada, serta menyiapkan pelatihan program vokasi untuk akselerasi penghapusan kemiskinan ekstrem. Serta mendorong perluasan cakupan kepesertaan program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat miskin ekstrem. Upaya-upaya yang sudah dilakukan di antaranya melaksanakan program TKM Pemula di seluruh Indonesia.
Kegiatan TKM Pemula
Pelaksanaan kegiatan perluasan kesempatan kerja di Indonesia merupakan salah satu upaya untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Kegiatan perluasan kesempatan kerja ini perlu didorong secara optimal untuk mendukung perekonomian skala menengah, kecil dan mikro. Kegiatan perluasan kesempatan kerja dilaksanakan oleh beberapa pihak, yakni: Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian/Lembaga, Institusi nasional dan internasional, Pemerintah Daerah, dan Swasta. Pada sisi lainnya, diperlukan upaya bersama oleh berbagai pihak untuk berperan serta melaksanakan dan menginformasikan kegiatan perluasan kesempatan kerja agar manfaatnya dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Faktanya, pada 2021 jumlah TKM Pemula yang mendapatkan bantuan program ultra mikro sebanyak 3.529 kelompok dengan jumlah bantuan sebesar Rp 24 juta per kelompok usaha. Jumlah TKM Pemula yang mendapatkan bantuan program jenis mikro sebanyak 2.499 kelompok dengan jumlah bantuan sebesar Rp54,4 juta rupiah per kelompok usaha. TKM Pemula dengan program mikro maupun ultra mikro berdampak positif terhadap masyarakat. TKM Pemula berperan dalam peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat, perluasan kesempatan kerja, dan tentunya menumbuhkan jiwa wirausaha masyarakat.
Skala program TKM Pemula diperluas menjadi 12.500 kelompok pada tahun 2022. Setiap kelompok berisi 10 personil yang artinya total TKM Pemula mencapai 125.000 orang. Dengan banyaknya masyarakat yang menerima bantuan program tersebut diharapkan angka kemiskinan ekstrem di Indonesia akan menurun drastis. TKM Pemula pada 2022 tersebar di 34 provinsi seluruh Indonesia. Sebaran penerima program terletak di Pulau Jawa, mengingat pulau tersebut termasuk paling padat penduduknya. Untuk tahun 2022, TKM Pemula menitikberatkan pada jenis usaha yang akan dijalankan dan disesuaikan dengan potensi daerah. Adapun sektor usaha yang akan dijalankan oleh para peserta program adalah pertanian dan peternakan, perikanan dan kelautan, perdagangan barang dan jasa, industri kreatif serta industri boga.
Pada tahun 2023, program TKM Pemula memberikan bantuan usaha kepada sebanyak 11.000 kelompok di mana per kelompoknya berjumlah 10 orang. Itu artinya pada tahun ini, jumlah penerima bantuan mencapai 110.000 orang. Sampai November 2023, jumlah kelompok yang sudah menandatangani nota kesepakatan (MoU) sebanyak 10.955 kelompok. Dari jumlah tersebut terdapat kelompok disabilitas sebanyak 212 orang. Jumlah kelompok yang sudah dilakukan pemadanan terhadap kategori miskin ekstrem sebanyak 65.720 orang.
Program TKM Pemula berperan penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan. TKM Pemula semakin menguatkan bahwa sektor kewirausahaan menjadi pengungkit ekonomi bagi masyarakat untuk memperbaiki tingkat perekonomian pendapatan. Selain itu, TKM Pemula mendorong pembangunan ekonomi meskipun masih terbatas, namun dengan strategi yang baik agenda pengentasan kemiskinan ekstrem dapat terwujud.

