PROBLEMATIKA TENAGA KERJA MUDA DI PADANG PANJANG

PROBLEMATIKA TENAGA KERJA MUDA DI PADANG PANJANG

Kota berhawa sejuk dengan intensitas hujan lebih dari 254 hari selama tahun 2023 ini (BPS Padang Panjang Dalam Angka 2024) merupakan kota perlintasan utama di Sumatera Barat. Banyak kabupaten dan kota yang terhubung lewat Padang Panjang, salah satunya yang paling ikonik adalah Kota Bukittinggi. Untuk di Sumatera Barat, Kota Bukittinggi ini merupakan tujuan utama dalam sektor pariwisata, baik domestik maupun mancanegara. Yang paling menarik, tentu jam gadang yang sedikit lebih besar dari jam dinding Istana Presiden. 

Selain itu, Padang Panjang juga merupakan kota penghubung bagi Kabupaten Tanah Datar yang kaya dengan wisata budaya. Terdapat Istana Pagaruyung yang menjadi pilar utama pariwisata Tanah Datar di samping Danau Singkarak yang memiliki wisata alam yang mempesona.

Dengan kondisi geografis tersebut, ditambah dengan dukungan alam dari tiga pegunungan yang mengelilinginya, Kota Padang Panjang menjadi salah satu buruan bagi wisatawan untuk berkuliner ria. Terdapat beberapa kuliner ikonik di Padang Panjang seperti Sate Mak Syukur, Miso Amin, Rumah Makan Pak Datuk, Pondok Baselo Baramas dan lainnya. Sebagai contoh Sate Mak Syukur, ikon kuliner Padang Panjang yang memiliki cita rasa luar biasa dan menggoda selera pecinta Sate Padang. Sate Mas Syukur dibuat dari bahan-bahan segar berkualitas dan berasal dari bumi Padang Panjang yang subur. Hidangan tersebut disajikan selagi hangat dengan aroma yang menggugah selera.

Mendapat sokongan dari pemain lama kuliner di Kota Padang Panjang, berimbas pada kuliner pinggir jalan (street food) yang saat ini dipusatkan di Terminal Angkutan Padang Panjang. Pada malam hari, terminal ini disulap menjadi pasar kuliner dengan tenda-tenda tersusun rapi di samping kiri dan kanan jalan. Banyak menu yang tersedia, mulai dari makanan berat basah, kering berasap, sampai ketan durian dan gorengan pun tersedia tersusun rapi di etalase para penjual.

Tentu dengan tingginya minat wisatawan kuliner berkunjung ke Padang Panjang menjadi peluang bagi masyarakat Kota Padang Panjang untuk berbisnis kuliner ini. Mereka bisa bergabung dengan pedagang - pedagang kuliner lainnya yang lebih dahulu menikmati buah dari perkembangan wisata kuliner di Kota Padang Panjang. 

Namun, peluang-peluang tersebut tidak seluruhnya bisa diakses oleh wirausaha baru. Lokasi pasar kuliner yang saat ini sudah penuh sesak ditambah dengan lokasi parkiran yang kurang memadai, membuat pemain baru di sektor kuliner ini bertumbangan. Jika dibiarkan tentu peluang besar sektor kuliner ini tidak bisa dimaksimalkan. Perlu daya usaha dan upaya dari Pemerintah Daerah untuk memberikan kesempatan yang lebih luas bagi wirausaha baru di sektor kuliner ini. 

Di sisi lain, lahan di Kota Padang Panjang didominasi oleh lahan pertanian. Tidak banyak investasi yang masuk ke Padang Panjang dengan kontur berbukit. Apalagi mayoritas kepemilikan tanah di Kota Padang Panjang tidak dimiliki oleh orang pribadi namun kebanyakn merupakan tanah ulayat sehingga membuat Kota padang Panjang tidak menjadi destinasi utama bagi investor baik lokal maupun asing asing. Hal ini tentu berpengaruh terhadap jumlah lowongan kerja yang tersedia. Apabila dilihat dari data Padang Panjang Dalam Angka Tahun 2024 yang dirilis oleh BPS, populasi penduduk Kota Padang Panjang didominasi usia kerja produktif. Secara rinci, penduduk Padang Panjang dalam kategori kelompok umur 15-54 tahun sebanyak 34.529 orang atau 58,90 persen dari keseluruhan jumlah penduduk yakni 58.627 orang. Sedangkan kelompok umur 0-14 tahun sebanyak 15.442 jiwa atau 26 persen dari jumlah penduduk. Hal ini bisa menjadi masalah pada masa sekarang dan kemudian hari. Kota Padang Panjang memiliki peluang berada di fase awal untuk bonus demografi dibanding kota-kota lain di Indonesia. Apalagi Indonesia secara keseluruhan diprediksi akan mendapatkan manfaat dari era bonus demografi pada 2045.

Selain itu, untuk mendapatkan peluang kerja di luar wilayah Padang Panjang menjadi tantangan tersendiri bagi pencari kerja. Bukan hanya lowongan kerja yang terbatas, dilihat dari minat pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan yang layak di luar daerah pun cukup kecil. Hal ini tergambar dari rendahnya minat pencari kerja Padang Panjang terhadap lowongan kerja yang tersedia di luar daerah. Terbukti dari beberapa kali dibuka kesempatan untuk mengikuti seleksi, tidak banyak yang mendaftar dan sayangnya persentase kelulusannya pun cukup rendah. Pada tahun 2023 lalu, dibuka pendaftaran untuk mengikuti seleksi pencari kerja melalui program Antar Kerja Antar Daerah (AKAD) ke wilayah industri di Kota Batam. Secara keseluruhan, lebih banyak pencari kerja luar Kota Padang Panjang yang mendaftar. Untuk tingkat kelulusan dalam tes dan wawancara pun masih belum sesuai harapan. Pada saat yang sama juga dilaksanakan walk in interview oleh salah satu hotel di Sumatera Barat. Namun, upaya menjaring calon karyawan itu juga sepi peminat.

Terdapat beberapa hal yang menjadi fokus utama atas narasi tersebut. Pertama, bergesernya perilaku anak-anak muda di Sumatera Barat, khususnya Kota Padang Panjang di mana pada masa lalu, sudah menjadi tradisi di Sumatera Barat termasuk bagi anak-anak muda Padang Panjang untuk “merantau” baik dekat maupun jauh. Setelah menamatkan pendidikan, maka anak-anak muda tersebut mulai merencanakan daerah rantau yang akan dituju, apa yang akan dikerjakan, bagaimana untuk mencapai daerah tujuan dan siapa yang akan dicari di perantauan. Masifnya pola perantauan ini pada masa lalu tentu berimplikasi pada topik-topik pembahasan di usia yang sepantaran sehingga menjadi pembakar semangat bagi anak-anak muda untuk menempuh jalur perantauan. Ditambah lagi dengan success story para perantau yang makin meningkatkan gairah calon perantau.

Untuk saat ini, tradisi “merantau” ini sudah terabaikan dan tidak lagi menjadi primadona bagi anak-anak muda karena membutuhkan effort yang besar serta mentalitas yang kuat. Dahulu, mungkin pola dan perilaku asuh dari orang tua mampu menciptakan generasi-generasi yang bermental kuat. Didikan yang tegas dari orang tua terutama kepada anak laki-laki dan juga bimbingan dari “mamak” kepada kemenakan untuk berperilaku hidup mandiri serta berbuat baik dalam hidup dan kehidupan tentu menumbuhkan sikap mental yang kuat.  Pendidikan ala surau di mana pada sore sampai malam harinya, anak-anak muda akan diberikan pendidikan agama dan mempelajari seni beladiri silat sebagai bekal untuk merantau kelak. Selain itu dalam kehidupan adat, para pemuda ini belum mendapatkan tempat dalam bermusyawarah. Mereka dituntut untuk belajar dulu di negeri orang untuk menjadi orang yang berguna dan sukses di kemudian hari. Tujuannya untuk meraih kesuksesan yang nantinya bisa membantu sanak keluarga yang ada di kampung halaman dan juga memberikan manfaat atas kampung halaman yang mereka tinggalkan. Hal ini sesuai dengan pepatah adat Minangkabau “Karatau madang di hulu, babuah babungo balun. Ka rantau bujang dahulu dirumah paguno balun”. Artinya, jika di kampung belum bisa berbuat baik untuk orang banyak sebaiknya merantau dahulu.

Dengan tergerusnya pendidikan agama dan mental ala surau ditambah dengan minimnya regenerasi pengajar surau menjadikan surau tidak seaktif dulu. Anak-anak generasi milenial dan generasi Z ini mayoritas disibukkan oleh kenikmatan perkembangan teknologi saat ini, terutama game online. Pola interaksi sosial baru pada umumnya banyak tercipta dengan pekermbangan ilmu pengetahuan dan teknologi ini. Game online tersebut memungkinkan pertemuan sesama pemain dari berbagai tempat dan zona waktu untuk bertemu. Dengan fitur-fitur yang ditawarkan, peluang untuk kecanduan permainan daring ini tentu semakin besar. Ditambah dengan kelaziman topik pembicaraan bagi generasi muda saat ini untuk membahas terkait dengan game online yang mereka sukai. Selain itu wadah untuk adu skill sesama pemain pun sudah tersalurkan seperti pada pertandingan e-sport.

Pertanyaan nya, apakah game online ini berpeluang sebagai lapangan pekerjaan? Jawabannya tentu berpeluang. Dapat dilihat dengan banyaknya gamers ternama yang berprestasi mendulang banyak rupiah dari setiap pertandingan dan endorsement yang mereka terima. Selain itu, konten-konten game yang banyak menjamur saat ini dan memiliki rating penonton yang tinggi di Youtube tentu juga menghasilkan cuan yang cukup besar. Terlihat dari Youtuber dengan pendapatan terbesar di Indonesia adalah Youtuber dengan konten-konten game online yang paling popular saat ini.

Namun, apakah semua generasi muda saat ini khusus nya generasi muda Padang Panjang memiliki peluang yang sama? Kemudian apakah sebagian besar generasi muda ini bisa mendapatkan penghidupan yang layak dari hasil game online ini?

Dalam beberapa tahun ke belakang, Pemerintah Kota Padang Panjang sudah melaksanakan kerja sama pelatihan kerja dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) khususnya dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas yang ada di Medan, Serang, Bekasi, Bandung dan Semarang. Melalui Nota Kesepamahaman dengan masing-masing Balai Latihan, sudah cukup banyak yang dikirim untuk mendapatkan pelatihan dan sertifikasi. Untuk jenis pelatihan yang paling banyak diminati oleh masyarakat Padang Panjang yang terkait dengan kuliner seperti barista dan commercial cookery. Selain itu pelatihan desain grafis, las, AC residensial dan pelatihan lainnya juga cukup diminati. Pelatihan tersebut ada yang secara penuh ditanggung oleh Kemnaker maupun dengan sistem cost sharing yang ditanggung oleh APBD Kota Padang Panjang.

Selain itu, Pemerintah Kota Padang Panjang melalui dinas yang menaungi ketenagakerjaan pun cukup gencar melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah dengan tujuan memberikan gambaran umum tentang kondisi ketenagakerjaan saat ini. Berbagai narasumber didatangkan baik dari Instansi Pemerintah seperti dari Disnaker, BP3MI wilayah Sumatera Barat hingga pelaku dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja bahkan sosialisasi langsung ke masyarakat melalui pertemuan di Kecamatan dan Kelurahan.

Tentu hal ini berpulang kepada seluruh stakeholders yang ada. Mulai dari calon pencari kerja, orang tua, tenaga pendidik hingga pemangku kebijakan di daerah. Perlu langkah seiring sejalan untuk mewujudkan peluang-peluang kerja bagi mereka sehingga tidak ada generasi muda yang tidak memiliki peluang untuk mendapatkan pekerjaan sesuai dengan keinginan mereka.


Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia © 2018 • Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.