Nidhomul Haq: Membangun Jebatan Kesempatan Kerja Inklusif dengan Bisindo

Nidhomul Haq:  Membangun Jebatan Kesempatan Kerja Inklusif dengan Bisindo

Nidhomul Haq, Pengantar Kerja Inovatif Kementerian Ketenagakerjaan 2025, membuktikan bahwa keberagaman adalah kekayaan. Dengan latar belakang multikultural dan dedikasi pada pelayanan publik, ia mengukir prestasi melalui inovasi yang memprioritaskan kelompok rentan, terutama penyandang disabilitas.

Tumbuh dalam Keberagaman Budaya Semarang Lahir pada 31 Agustus 1988 dan besar di Semarang, Jawa Tengah, Nidhomul Haq tumbuh di tengah kota yang kental akan nuansa multikultural. Semarang mempertemukan berbagai etnis seperti Jawa, Tionghoa, dan Arab. Pengalaman ini membentuk cara pandangnya, di mana ia melihat perbedaan sebagai kekayaan yang harus dihargai.

Nilai ini mengajarkan ia untuk terbuka terhadap cara pandang yang berbeda dan menghormati setiap orang dengan latar belakangnya masing-masing. Prinsip inilah yang kemudian ia bawa ke dalam profesinya sebagai Pengantar Kerja, berupaya menghadirkan layanan yang inklusif bagi seluruh pencari kerja, termasuk kelompok rentan seperti penyandang disabilitas.

Membaca dan Menonton untuk Memahami Dunia Di waktu luang, Nidhomul Haq memiliki hobi membaca buku dan menonton film.  Dari kedua hobi ini, ia belajar untuk membuka diri pada cara berpikir yang berbeda atau pandangan hidup berbagai orang dari beragam latar belakang. Hal ini menjadikannya lebih terbuka terhadap ide-ide baru dan memahami berbagai sudut pandang , yang sangat membantunya dalam bekerja saat berhadapan dengan beragam karakter dan kebutuhan masyarakat yang ia layani.

Inovasi yang Mengubah: Pelayanan Inklusif bagi Disabilitas Nidhomul Haq dilantik menjadi Pengantar Kerja sejak 6 Desember 2019. Pada tahun 2025, ia mendapat kehormatan menjadi Pengantar Kerja Inovatif Kementerian Ketenagakerjaan dan Pengantar Kerja Teladan Ditjen Binapenta dan PKK. Ia merasa terhormat atas penghargaan tersebut dan  melihatnya sebagai tanggung  jawab tambahan untuk bekerja lebih baik.

Menurutnya, penghargaan ini tidak semata dari hasil kerjanya, melainkan juga atas dukungan pimpinan dan rekan kerja yang terbuka terhadap ide-ide baru. Bersama unit kerjanya, ia berupaya memfasilitasi kelompok rentan seperti disabilitas untuk mengakses informasi terkait program Perluasan Kesempatan Kerja. Inilah yang mendorong mereka melakukan pendekatan yang lebih inklusif melalui media digital dan bahasa isyarat.

Inovasi utama yang ia usulkan dan masih berjalan adalah Pelayanan Perluasan Kesempatan Kerja yang Inklusif bagi Penyandang Disabilitas. Layanan ini meliputi penyediaan video tutorial pendaftaran, tutorial penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS), tutorial pencairan dana bantuan, dan tutorial unggah Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) TKM Pemula, semuanya disertai Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) dan diunggah di platform digital resmi.

Tantangan dalam implementasi adalah terkait waktu, karena timeline pelaksanaan TKM Pemula pada  tahun 2025 sempat  mundur, membuat waktu penyiapan video menjadi lebih ketat. Namun, berkat dukungan pimpinan dan rekan kerja, inovasi ini dapat terealisasi tepat waktu. Untuk penyiapan inovasi ini, ia memerlukan video tutorial lengkap dan Juru Bahasa Isyarat (JBI) tersertifikasi untuk proses translasi ke BISINDO.

Momen Berkesan dan Filosofi Hidup Salah satu momen paling berkesan baginya adalah saat sosialisasi perluasan kesempatan kerja bagi teman-teman penyandang disabilitas. Ia menyaksikan semangat yang sangat besar untuk menjadi berdaya dan mandiri  di balik keterbatasan  mereka. Momen inilah yang menjadi salah satu alasan utama lahirnya inovasi inklusif tersebut.

Dalam perjalanan hidupnya, orang tua menjadi tokoh inspirasi utama. Ia selalu memegang wejangan dari ayahnya, sebuah pepatah Jawa: ” ojo rumongso biso, nanging biso’o rumongso “. Pepatah ini berpesan agar ia selalu belajar, mampu bersikap rendah hati, dan berempati pada orang lain.

Kiat Sukses Seorang Pelayan Masyarakat Untuk berprestasi, Nidhomul Haq berpegangan pada kiat sukses yang sederhana namun kuat.

Niat Tulus: Ia percaya bahwa niat atau intensi untuk menjadi pelayan masyarakat yang baik akan mendorong
seorang Pengantar Kerja untuk berinovasi dalam pelayanan yang dibutuhkan. 

  1. Melakukan yang Terbaik: Ia memegang niat itu dalam bekerja, dengan berusaha melakukan tugas sehari-hari yang sederhana dengan sebaik mungkin.
  2. Kontribusi: Meskipun hasilnya tidak selalu sempurna, ia yakin upayanya dapat memberikan kontribusi bagi organisasi. Harapannya untuk Pengantar Kerja ke depan (khususnya untuk dirinya sendiri) adalah untuk terus dapat mengembangkan diri agar menjadi Pengantar Kerja inklusif yang dapat memberikan pelayanan penempatan dan perluasan kesempatan kerja kepada seluruh lapisan pencari kerja, terutama bagi kelompok rentan.

Nidhomul Haq, melalui dedikasi dan inovasinya, telah menunjukkan bahwa pelayanan publik yang terbaik adalah yang  mampu merangkul semua, tanpa terkecuali.


Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia © 2018 • Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.