MENGUBAH PARADIGMA DUNIA KERJA DI JEPANG LEWAT MOTHER’S CORNER

MENGUBAH  PARADIGMA DUNIA KERJA DI JEPANG LEWAT  MOTHER’S CORNER

Dewi Patriasari Sutarya | Pengantar Kerja Ahli Pertama | Disnaker Kota Tasikmalaya

Hello Work merupakan layanan ketenagakerjaan di bawah Ministry of Health, Labour and Welfare (MHLW) atau Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Sosial Jepang. Layanan mereka terdapat di 544 lokasi yang berfokus pada layanan pencarian kerja, konseling karier, pelatihan keterampilan, dan asuransi kerja. Layanan tersebut dirancang untuk membantu pencari kerja dari berbagai latar belakang, mulai dari lulusan baru, pekerja berpengalaman, ibu yang ingin bekerja hingga pekerja asing. Tercatat hingga 1 April 2024 pegawai Hello Work sebanyak 10.330 orang serta petugas konsultasi sebanyak 18.593 orang.

Apa itu Mother’s Corner?

Mother’s Corner adalah bagian dari Hello Work, pusat layanan pekerjaan Pemerintah Jepang, yang didesain khusus untuk membantu para ibu yang ingin bekerja dan diberikan secara gratis. Program ini memberikan dukungan bagi mereka yang ingin kembali bekerja pasca melahirkan atau mengasuh anak, serta mereka yang baru pertama kali memasuki dunia kerja setelah menjadi ibu. Layanan ini juga berlaku untuk ayah tunggal yang sedang mengasuh anak. 

Mother’s Corner menyediakan staf berpengalaman dalam membantu ibu mencari pekerjaan yang cocok dengan situasi mereka. Staf akan mencarikan pekerjaan dengan jam kerja fleksibel, jarak yang dekat dari rumah, dan lingkungan kerja yang ramah terhadap keluarga. Loket dukungan khusus ini terdapat di 21 lokasi secara nasional dan terdapat 185 Mother’s Corner di seluruh Jepang (terdapat beberapa loket dukungan khusus di Hello Work seperti loket khusus bagi pekerja lansia, disabilitas, lulusan baru, pekerja asing). 

Layanan yang Ditawarkan di Mother’s Corner 

Mother’s Corner menyediakan berbagai layanan yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan para ibu. Beberapa layanan utama yang ditawarkan meliputi: 

1. Konsultasi Karier Individu Salah satu keunggulan dari Mother’s Corner adalah pendekatan personal. Konselor yang terlatih memberikan panduan individual kepada para ibu, membantu mereka mengevaluasi keterampilan, preferensi, dan keterbatasan mereka. Layanan ini memberikan dukungan moral dan praktis, sehingga para ibu tidak hanya merasa didukung dalam mencari pekerjaan, tetapi juga mendapatkan bimbingan yang relevan dengan situasi spesifik mereka. 

2. Informasi tentang Pekerjaan Ramah bagi Para Ibu dan Fleksibel Salah satu hambatan terbesar bagi ibu yang ingin kembali bekerja adalah jadwal kerja yang kaku. Mother’s Corner memberikan informasi tentang lowongan pekerjaan dengan jam kerja yang fleksibel, sehingga memungkinkan para ibu untuk mengelola waktu mereka dengan lebih baik. 

3. Pelatihan & Pengembangan Keterampilan Banyak ibu yang memutuskan untuk kembali bekerja setelah lama berhenti untuk mengurus anak mungkin merasa keterampilannya sudah usang. Di Mother’s Corner, tersedia program pelatihan keterampilan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan mereka agar lebih kompetitif di pasar kerja modern, seperti keterampilan digital atau bahasa asing.

4. Bantuan dalam Membuat Resume dan Mempersiapkan Wawancara Layanan ini juga mencakup bantuan pembuatan resume, yang dirancang untuk menonjolkan keterampilan dan pengalaman ibu-ibu yang mungkin berasal dari pekerjaan rumah tangga atau pengalaman pribadi. Selain itu, para ibu juga bisa mendapatkan pelatihan wawancara untuk mempersiapkan diri menghadapi proses rekrutmen.

5. Tersedianya Pojok Anak beserta Petugas Pendamping Hal yang sangat menarik adalah tersedianya pojok anak beserta petugas pendamping yang memungkinkan para ibu, berkonsultasi dengan tenang. Para ibu bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkan tanpa khawatir dan tidak terganggu jika membawa anak ke Mother’s Corner.

6. Referensi Tempat Penitipan Anak Para ibu yang berkonsultasi diberikan informasi atau referensi tempat penitipan anak. Harapannya, mereka akan mengetahui lokasi tempat penitipan anak ketika mereka berhasil mendapatkan pekerjaan.

Mengapa Mother’s Corner Penting bagi Ibu di Jepang?

Di Jepang, menyeimbangkan peran sebagai ibu dan pekerja merupakan tantangan besar karena masih kuatnya ekspektasi sosial terhadap peran perempuan dalam keluarga. Banyak ibu yang harus keluar dari pekerjaan setelah melahirkan karena tidak adanya fleksibilitas di tempat kerja. Namun, dengan adanya Mother’s Corner, para ibu dapat mendapatkan akses ke informasi dan dukungan yang sangat mereka butuhkan untuk kembali bekerja tanpa mengorbankan keluarga.

Selain itu, Mother’s Corner juga berperan dalam membantu memperkecil kesenjangan gender di tempat kerja dengan membuka jalan bagi lebih banyak perempuan untuk terlibat dalam dunia kerja. Peningkatan partisipasi tenaga kerja perempuan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian Jepang secara keseluruhan. Upaya yang dilakukan Hello Work kepada pemberi kerja sangat interaktif dalam mencari peluang kerja bagi perempuan dan khususnya para ibu. Berdasarkan data dari Hello Work selama tahun 2022 jumlah pencari kerja yang mendatangi Mother’s Corner tercatat sebanyak 180.000 orang dengan jumlah yang bekerja melalui sistem pendampingan penanggung jawab sekitar 61.000 orang. Angka ini adalah pencapaian angka yang tidak sedikit, hampir 34 persen pemohon dapat terserap di pasar kerja.

Untuk menggunakan layanan Mother’s Corner, para ibu bisa mendatangi kantor Hello Work terdekat. Beberapa kantor Hello Work memiliki Mother’s Corner yang terpisah, sementara lainnya menyediakannya sebagai bagian dari layanan reguler. Selain itu, banyak informasi mengenai lowongan kerja dan layanan yang tersedia bisa diakses melalui situs web resmi Hello Work, yang memudahkan para ibu untuk mencari informasi secara daring sebelum mendatangi kantor fisik.

Refleksi Mother’s Corner di Indonesia

Mother’s Corner adalah bukti nyata bahwa kebijakan pemerintah yang baik dapat membawa perubahan signifikan bagi masyarakat. Dengan menyediakan akses yang lebih mudah dan terjangkau untuk konsultasi karier, pelatihan, dan lowongan pekerjaan, pemerintah Jepang menunjukkan komitmen kuat untuk mendukung perempuan dalam menjalani peran ganda sebagai ibu dan pekerja. Layanan ini juga merupakan langkah strategis dalam mengatasi masalah populasi menua di Jepang, karena memungkinkan lebih banyak perempuan untuk berkontribusi dalam angkatan kerja.

Mother’s Corner memfasilitasi perubahan paradigma di dunia kerja Jepang, yang tradisionalnya dikenal dengan budaya kerja keras dan jam kerja panjang. Dengan memperkenalkan pekerjaan fleksibel dan ramah keluarga, program ini mendorong lebih banyak perusahaan untuk mengadopsi kebijakan yang lebih inklusif dan pro-keluarga, yang pada akhirnya dapat mengurangi tekanan pada ibu-ibu pekerja.

Lalu bagaimana ini bisa direfleksikan di Indonesia? Implementasi Mother’s Corner di Indonesia sangat memungkinkan dan dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan ibu-ibu pekerja dan keluarga mereka. Dengan dukungan pemerintah, partisipasi aktif dari perusahaan, dan upaya perubahan sosial, layanan seperti ini bisa membantu lebih banyak perempuan Indonesia untuk menyeimbangkan peran mereka sebagai ibu dan pekerja tanpa harus mengorbankan salah satunya.

Namun, tantangan seperti infrastruktur, dukungan perusahaan, dan hambatan budaya harus diatasi melalui kebijakan yang inklusif, kolaborasi lintas sektor, dan kampanye kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesetaraan dan pemberdayaan perempuan di dunia kerja. Daya dukung dari pemerintah terutama dalam hal kebijakan dan fasilitas. Pemerintah bisa memanfaatkan pusat-pusat tenaga kerja yang sudah ada misalnya Dinas Tenaga Kerja untuk membentuk layanan serupa yang dikhususkan bagi para ibu. Namun perlu didukung pula dengan tenaga konselor yang memiliki kompetensi untuk memberikan pelayanan.

Selain itu, peluang untuk bekerja sama dengan perusahaan swasta dalam rangka mendorong pemberian fasilitas ramah keluarga di tempat kerja, seperti daycare, jam kerja fleksibel, atau cuti melahirkan dan perawatan anak yang lebih memadai. Saat ini, banyak perusahaan di Indonesia masih memiliki struktur kerja yang kaku, di mana pekerjaan paruh waktu atau fleksibel tidak selalu diterima. Oleh karena itu, kampanye kesadaran akan pentingnya keseimbangan antara kehidupan kerja dan keluarga sangat penting untuk mendorong perusahaan membuka lebih banyak peluang bagi ibu yang ingin kembali bekerja termasuk pekerjaan seperti remote working, jam kerja yang lebih fleksibel, dan fasilitas dukungan bagi ibu bekerja.

Budaya patriarki masih cukup kuat di beberapa bagian Indonesia, di mana perempuan sering kali dianggap sebagai pengurus utama rumah tangga dan anak-anak. Hal ini bisa menjadi penghambat bagi ibu-ibu yang ingin kembali bekerja. Oleh karena itu, perlu ada upaya untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya keterlibatan perempuan dalam dunia kerja dan bagaimana partisipasi mereka dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian keluarga dan bangsa. Selain itu, akses ke pendidikan dan pelatihan yang setara bagi perempuan juga perlu ditingkatkan, sehingga mereka memiliki keterampilan yang diperlukan untuk bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif.


Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia © 2018 • Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.