Artikel
Rasmini, SE, MM
Pengantar Kerja Ahli Muda
Kementerian Ketenagakerjaan
Peran Pengantar Keria meniadi salah satu faktor penentu keberhasilan program Kios SIAPkerja. Selain itu, jumlah penempatan peserta hasil pelatihan dalam suatu jabatan tertentu juga termasuk dalam indikator keberhasilannya. Semakin banyak penempatan peserta maka semakin tinggi tingkat kesuksesan program SlAPkerja, demikian sebaliknya. Dalam konteks penempatan, Pengantar Kerja memegang peran signifikan. Untuk itu, diperlukan pemahaman yang mendalam terkait tugas dan fungsi Pengantar Kerja. Artikel singkat in mencoba mengurai lebih detail peran apa saja yang dapat dilakukan oleh Pengantar Kerja dalam upaya menyukseskan program Kios SlAPkerja. Sebagai informasi, pengantar Keria adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang, untuk melaksanakan antar kerja. Antar kerja yang dimaksud mencakup sistem penempatan tenaga kerja, perluasan kesempatan kerja, dan pengendalian rekrutmen tenaga kerja asing. Dalam melaksanakan tugas dan lungsinya, Pengantar Keria dibantu oleh Petugas Antar Kerja yang berkompeten dalam kegiatan antar keria. Mereka ditunjuk oleh pejabat berwenang untuk melaksanakan antar kerja.
Tentang Layanan Kios SlAPkerja
Peran Pengantar Keria dalam melaksanakan antar kerja kepada pencari kerja/pemberi kerja dalam program Kios SIAPkerja mencakup 6 (enam) jenis layanan, yaitu:
1. Informasi Umum
Pengantar Kerja mampu memberikan informasi kepada pencari kerja/ pemberi kerja terkait program Kios SIA Pkeria serta manfaat yang akan didapatkan.
2. Informasi Pasar Kerja
Pengantar Kerja mampu menyampaikan informasi pasar kerja yang mencakup berbagai karakeristik kebutuhan dan persediaan tenaga keria serta informasi tentang bursa kesempatan kerja. Informasi pasar keria tidak hanya berfungsi memberikan informasi kepada pencari kerja tetapi juga kepada perusahaan, pekerja, dunia pendidikan, pelaksana pelatihan, pengambil kebijakan. dan analis ketenagakerjaan.
3. Penyuluhan dan Bimbingan Jabatan
Pengantar Keria mampu memberikan informasi jabatan atau pekeraan secara objektif, dinamis dan faktual kepada pencari kerja agar mempersiapkan diri dalam menghadapi dunia kerja. Pengantar Kerja mampu mendukung pencari keria dan memahami secara objektif gambaran tentang potensi dirinya baik kelebihan maupun kekurangannya, Harapannya, pencari kerja bisa lebih menyiapkan diri dalam memilih bidang pekerjaan serta membina karier.
4. Informasi Pelatihan dan Sertifikasi
Pengantar Kerja mampu memberikan informasi kepada calon peserta pelatihan terkait jenis pelatihan vokasi yang tersedia, lavanan peningkatan melalui skilling, reskilling dan upskilling, serta persyaratan untuk mengikutinya. Pengantar Keria mampu menjelaskan pengertian sertifikat, sertifikasi serta lembaga sertifikasi profesi.
5. Informasi Kewirausahaan
Pengantar Kerja mampu memberikan informasi terkait program perluasan kesempatan kerja melalui penciptaan lapangan kerja sektor informal yaitu tenaga. kerja mandiri dan padat karya serta persyaratan untuk mengikuti program dimaksud.
6. Perantaraan Keria
Pengantar Kerja mampu memberikan informasi lowongan kerja dan peluang kesempatan keria. Mereka mampu menfasilitasi sekaligus mempertemukan pencari kerja dengan lowongan kerja yang tersedia sesuai dengan minat dan bakat pencari kerja. Pengantar Kerja juga mampu memberikan informasi kepada pemberi kerja terkait ketersediaan tenaga kerja yang kompeten, sehingga memperoleh tenaga kerja yang sesuai dengan kualifikasi yang diinginkan.
Efektifitas program SIAPkerja
Efektifitas program Kios SIAPkerja dipengaruhi oleh berbagai factor. Kompetensi peserta pelatihan misalnya dipengaruhi oleh kualitas instruktur, kurikulum yang tersedia, infrastruktur pendukung dan lain sebagainnya. Dalam hal penempatan kerja, kepiawaian Pengantar Kerja sangat dibutuhkan. Berbagai layanan yang diberikan oleh pengantar kurikulum yang tersedia, infrastruktur pendukung dan lain sebagainya. Dalam hal penempatan kerja, kepiawaian Pengantar Kerja sangat dibutuhkan. Berbagai layanan yang diberikan oleh Pengantar Kerja pada dasarnya hanyalah salah satu faktor dalam menentukan efektivitas program Kios SIAPkerja. Terlebih dengan keterbatasan Pengantar Kerja yang ada di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) atau Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPPVP) baik dari sisi kuantitas maupun/kualitas. Sistem Kios STAPkerja yang masih baru, mash perlu penyempurnaan di berbagai bidang. Koordinasi antara Ditjen Binalatvokas dan Ditjen Binapenta di Pusat perluterus diperkuat. Sebagai regulator yang kebijakannya menjadi acuan pelaksanaan di BPMP/BFFVF, bahkan bagi BLK yang ada di daerah, sudah semestinya sistem atau SOP Kios SIAPkerja direncanakan secara mendalam hingga benar-benar siap untuk dimplementaikan di lapangan. Sebagai garda terdepan dalam polaksanaan pelavanan penempatan tenaga kerja, perlu dilakukan upaya peningkatan Pengantar Kerja melalui:
1. Secara kuantitas, Pengantar Kerja, Khususnya yang ada di BPVP/BPPVP sangat terbatas. Kondisi ini dapat dimaklumi karena Pengantar Kerja merupakan jabatan fungsional baru. Berbeda dengan jabalan fungsional Instruktur yang telah lama dan menjadi core dari tusi BPVP/BPPVP. Kebutuhan Pengantar Keria tidak selalu sama di tiap BPVP/BPPVP dan dipengaruhi banyak faktor. Oleh karena itu, diperlukan analisis beban kerja untuk memperkirakan jumlah Pengantar kerja yang diperlukan sebagai upaya mencapai efektivitas program Kios SIAPkerja dari sisi penempatan.
2. Pengadaan Pengantar Kerja, khususnya di BPVP/BPPVP selama ini diperoleh dari hasil perekrutan pegawai baru dan hasil penyetaraan pejabat struktural. Dari sisi kualitas, diperlukan peningkatan kompetensi dasar dan lanjutan. Melalui upaya tersebut di samping meningkatkan kompetensi juga meningkatkan tingkat kepercayaan diri Pengantar Kerja ketika memberikan pelayanan antar kerja.
3. Sebagai penyempuna dari program sebelumnya yaitu Kios 3in1, program Kios SIAPkerja perlu disosialisasikan secara masif kepada seluruh Pengantar Kerja. Mereka harus mengetahui konsep, SOP, jenis layanan dan lain sebagainya yang mendukung pelaksanaan Kios SIAPkerja. Sosialisasi diperlukan untuk menyamakan persepsi sekaligus mempermudah dalam pelaksanaaan Kios SIAPkerja di lapangan.
Kesimpulan
Memasuki era digital, Kementerian Ketenagakerjaan membuat terobosan baru dengan mencanangkan satu program prestisius yang dikenal sebagai Kios SIAPkerja. Inisiatif tersebut menyempurnakan program-program Kementerian Ketenagakerjaan sebelumnya. Dengan mengintegrasikan seluruh layanan dalam Kios SIAPkerja, termasuk dengan platform digital swasta, diharapkan masalah utama ketenagakerjaan yaitu pengangguran dapat diatasi. Semoga!

