HAYU GAWE: GEBRAKAN KOTA TASIKMALAYA MENYAJIKAN INFORMASI LOKER

HAYU GAWE: GEBRAKAN KOTA TASIKMALAYA MENYAJIKAN INFORMASI LOKER

Di tengah arus perubahan zaman dan kemajuan teknologi digital, tuntutan terhadap pelayanan publik yang lebih cepat, terbuka, dan adaptif kian meningkat. Hal ini menjadi perhatian serius Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tasikmalaya, yang berkomitmen untuk terus berinovasi dalam menyampaikan informasi ketenagakerjaan secara lebih efektif dan menjangkau semua lapisan masyarakat. Menjawab kebutuhan itu, Disnaker Kota Tasikmalaya melakukan gebrakan dengan menghadirkan program inovatif berbasis media sosial bernama “Hayu Gawe”. Program ini memanfaatkan TikTok Live (platform yang tengah digandrungi anak muda) untuk menyiarkan informasi lowongan pekerjaan secara langsung, komunikatif, dan interaktif. Dengan slogan “Hayu Gawe, Mun Teu Hayu Moal Gawe!”, inisiatif ini bertujuan menjembatani kesenjangan informasi antara dunia kerja dan generasi muda pencari kerja.

 

Kenapa TikTok? Data yang Berbicara

 

Menurut data dari We Are Social & Kepios (2024), TikTok memiliki lebih dari 126 juta pengguna aktif di Indonesia, dan lebih dari 65 persen penggunanya berusia 16–34 tahun, rentang usia yang juga merupakan mayoritas angkatan kerja muda. Sementara itu, berdasarkan data internal Disnaker Kota Tasikmalaya (2024), lebih dari 70 persen pencari kerja yang terdaftar di layanan Disnaker berusia di bawah 30 tahun, dan sebagian besar dari mereka menyatakan mendapatkan informasi lowongan kerja dari media sosial. Dengan pendekatan berbasis data tersebut, TikTok dipilih sebagai media strategis yang tidak hanya populer tetapi juga mampu menampilkan konten secara dinamis, ringan, dan dapat menjangkau audiens secara real-time. Program Hayu Gawe lahir dari kesadaran bahwa saat ini mayoritas pencari kerja berasal dari angkatan kerja muda, yaitu mereka yang berusia 17 hingga 30 tahun. Mereka tumbuh dalam lingkungan digital, akrab dengan ponsel, dan menjadikan media sosial sebagai sumber utama informasi harian. Di sinilah peran Hayu Gawe menjadi sangat relevan menyajikan informasi lowongan kerja langsung ke layar ponsel generasi muda, melalui platform yang sudah mereka gunakan sehari-hari yaitu TikTok.

 

 Tentang Program “Hayu Gawe”

“Hayu Gawe” yang berarti “Ayo Bekerja” dalam bahasa Sunda, hadir sebagai inovasi digital Disnaker yang dikemas dalam format siaran langsung selama 60 menit. Dalam program ini, tim Disnaker menyampaikan informasi lowongan kerja dari berbagai perusahaan yang sudah terverifikasi. Tidak hanya menyebutkan posisi yang dibuka, informasi yang diberikan juga mencakup detail kualifikasi, syarat administrasi, cara melamar, tenggat waktu pengiriman lamaran, hingga memberikan penyuluhan jabatan secara langsung dengan membahas isu-isu ketenagakerjaan yang sedang berkembang pada waktu itu, termasuk memberikan tips mengenai persiapan memasuki dunia kerja. Gaya penyampaian yang ringan, interaktif, dan tidak menggurui membuat siaran ini diminati dan mudah diterima oleh kalangan muda.

Kekuatan dari program ini adalah gaya penyampaian yang komunikatif dan membumi. Dibawakan oleh tim internal Disnaker yang sudah terlatih, setiap sesi live berusaha membangun dialog dengan penonton. Pertanyaan dari audiens dijawab langsung saat siaran, menciptakan suasana interaktif dan akrab. Dalam beberapa kesempatan, program ini juga menghadirkan narasumber dari perusahaan, menggandeng rekan lintas bidang seperti Mediator Hubungan Industrial serta alumni pencari kerja yang berhasil diterima bekerja berkat informasi dari Hayu Gawe.

Program Hayu Gawe mulai mengudara sejak akhir Maret 2024. Dari awal penayangan, tim berupaya untuk menaikkan jumlah pengikut dengan cara memperkenalkan live Tiktok Hayu Gawe dengan menayangkan live hingga tiga kali setiap harinya. Namun seiring waktu dengan bertambahnya pengikut serta pengunjung live, saat ini frekuensi penayangan berlangsung satu kali dari Senin hingga Jumat setiap pukul 09.00 - 10.00 WIB.

Salah satu kunci kesuksesan Hayu Gawe adalah pembawaan host yang komunikatif dan relatable. Hayu Gawe dipandu oleh beberapa host utama dan semuanya berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil. Tidak jarang kami mendapatkan kritik dari penonton yang menyampaikan kami sedang bermain Tiktok pada jam kerja dan tidak bisa dibenarkan menurut mereka. Namun daya dukung pimpinan bahkan Wali Kota sangat begitu besar, termasuk diberikannya kami fasilitas live seperti perangkat castlive, telepon seluler, tripod, serta ruangan minimalis yang cukup baik untuk mendukung terlaksananya program tersebut.

Seiring waktu, program ini mulai membangun komunitas audiens yang loyal. Mereka yang awalnya hanya menjadi penonton pasif, kini aktif bertanya, berdiskusi, bahkan membagikan pengalaman kerja mereka melalui kolom komentar. Beberapa di antaranya sudah mendapatkan pekerjaan setelah mengikuti info dari Hayu Gawe.

 

 Memperluas Akses dan Menghapus Kesenjangan Informasi

Salah satu tantangan ketenagakerjaan di daerah adalah terbatasnya akses terhadap informasi lowongan kerja yang terpercaya. Banyak pencari kerja muda di Kota Tasikmalaya yang belum memiliki jaringan luas, belum mengenal portal rekrutmen daring, atau bahkan merasa minder untuk melamar ke perusahaan besar. Dengan hadirnya Hayu Gawe, informasi tersebut menjadi lebih mudah diakses dan lebih akrab dengan gaya hidup mereka.

Tidak hanya itu, TikTok Live membuka ruang dua arah. Peserta live bisa bertanya langsung, menyampaikan keluhan, atau meminta klarifikasi soal posisi yang ditawarkan. Interaksi ini menciptakan pengalaman yang lebih personal dan membantu menumbuhkan kepercayaan diri pencari kerja muda.

Pandemi COVID-19 beberapa tahun lalu telah mempercepat transformasi digital di berbagai sektor, termasuk sektor ketenagakerjaan. Banyak pekerjaan kini dibuka secara daring, dan proses seleksi pun dilakukan secara online. Dengan demikian, literasi digital menjadi bagian penting dari kesiapan kerja.

Hayu Gawe tak hanya menyebarkan lowongan kerja, tapi juga menjadi sarana edukasi digital ketenagakerjaan. Dalam beberapa sesi, disampaikan pula materi mengenai tren industri, pentingnya keterampilan non teknis (soft skills), serta peluang pengembangan diri melalui pelatihan kerja atau pemagangan.

Kesuksesan Hayu Gawe tidak lepas dari dukungan internal dan eksternal. Tim Disnaker membentuk unit kreatif khusus yang bertugas merancang konten, menjadwalkan siaran, serta berkoordinasi dengan perusahaan mitra dan narasumber. Selain itu, keterbukaan para pelaku usaha lokal dalam membagikan informasi lowongan melalui program ini menjadi kunci kelancaran ekosistem rekrutmen berbasis media sosial.

Sejumlah perusahaan bahkan menyampaikan bahwa mereka menerima peningkatan jumlah pelamar setelah informasi lowongan mereka ditayangkan melalui Hayu Gawe. Hal ini memperkuat posisi program ini sebagai jembatan efektif antara dunia usaha dan angkatan kerja muda.

 

 Dampak Positif yang Terukur

Sejak diluncurkan pada Maret 2024, Hayu Gawe telah mencatat sejumlah pencapaian:

Indikator

Jumlah Per Mei 2025

Jumlah Live yang ditayangkan

224 sesi

Total Penonton

515.657 pengguna

Viewer Live Tiktok

30.000 pengikut

Jumlah Lowongan disampaikan

736 posisi

Jumlah Perusahaan terlibat

381 perusahaan

Pencari Kerja yang berhasil ditempatkan

293 orang

Sumber data: https://disnaker.tasikmalayakota.go.id/dashboard_hayugawe.

 

Tantangan dan Harapan ke Depan

Hayu Gawe menjadi bukti nyata bahwa pelayanan publik dapat mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan esensi pelayanannya. Dengan mengadopsi gaya komunikasi modern, bersandar pada data, dan tetap menjunjung interaksi, Disnaker Kota Tasikmalaya berhasil menciptakan jembatan digital antara pencari kerja muda dan peluang kerja di dunia nyata.

Meski program ini menunjukkan hasil positif, tantangan tetap ada. Salah satunya adalah memastikan keberlanjutan konten dan menjaga konsistensi tayangan agar tetap menarik dan tidak monoton. Oleh karena itu, Disnaker Kota Tasikmalaya sedang mengembangkan beberapa program diantaranya:

  • Kolaborasi bersama influencer lokal untuk membawakan konten tematik.
  • Konsistensi mengadakan penyuluhan jabatan online bertajuk “BICARA KERJA” (Bincang Mengudara Kisah Edukasi Realita Dunia Kerja) dengan tema yang sesuai pada saat itu.
  • Live Tiktok on The Spot di beberapa tempat UMKM (Kafe, Coffee Shop, ataupun restoran) dengan tujuan sebagai ajang promosi bagi UMKM daerah serta publikasi lowongan kerja yang tersedia di perusahaan UMKM tersebut.
  • Roadshow live ke setiap kecamatan dengan membawa aspirasi masyarakat dan keluhan ketenagakerjaan di kecamatan setempat.
  • Episode khusus bersama Human Resoursces di HR Talk, dengan mengupas pemasalahan dunia kerja serta strategi memasuki dunia kerja.
  • “Cerita Gawe” berisi testimoni pencari kerja yang telah mendapatkan pekerjaan melalui informasi lowongan pekerjaan Tiktok Hayu Gawe.

Harapan ke depan semoga inovasi ini terus berlanjut, menjadi inspirasi, dan membawa lebih banyak warga Kota Tasikmalaya menuju masa depan kerja yang lebih cerah.


Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia © 2018 • Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.