BUKAN SEKEDAR FORMALITAS: KESUKSESAN DISNAKERTRANS JATIM MENGGELAR BURSA KERJA INKLUSIF

BUKAN SEKEDAR FORMALITAS: KESUKSESAN DISNAKERTRANS JATIM MENGGELAR BURSA KERJA INKLUSIF

Bulan September baru saja berlalu. Perjalanan waktu di bulan Oktober juga telah menginjak pertengahan, namun semangat penyelenggaraan kegiatan Job Fair 2025 yang diadakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur (Disnakertrans Jatim) masih melekat hangat. Bulan September yang selalu dicanangkan sebagai bulan pasar kerja di Jawa Timur serta menyambut HUT ke- 80 Provinsi Jawa Timur menjadi momen Bursa Kerja diselenggarakan. Kegiatan tersebut memfasilitasi bertambahnya pencari kerja lulusan pendidikan SMA/SMK serta Perguruan Tinggi di Jawa Timur untuk mendapatkan pekerjaan sesuai dengan harapan, impian dan kualifikasi pendidikan. Tercatat kegiatan yang diselenggarakan pada 30 September – 1 Oktober 2025 di Dyandra Convention Center, memfasilitasi sekitar 4.784 orang pencari kerja untuk mengakses informasi pasar kerja dari 66 perusahaan dari 16 sektor usaha. Jumlah sektor usaha tahun ini lebih banyak daripada tahun lalu yang hanya 12 sektor usaha di antaranya seperti industri manufaktur; retail; FMCG; otomotif; farmasi; shipping & logistic; industry rokok; teknologi informasi; rumah sakit; jasa laboratorium Kesehatan; industry gas; jasa ekspedisi; advertising; furniture; telekomunikasi & konstruksi yang ikut serta dalam kegiatan Job Fair 2025. Sebagai informasi juga, kegiatan ini terselenggara tidak hanya dalam bentuk luring namun juga tersedia dalam format daring. Pada format daring tersedia tanggal 1-5 Oktober 2025 melalui laman https://jobfairdisnakertransjatim.com/ dengan diikuti oleh 24 perusahaan. Sebanyak 2.592 orang berhasil mengakses informasi pasar kerja yang dibawa oleh perusahaan dari berbagai sektor usaha yang ikut serta. 

Terselenggaranya kegiatan ini bukan hanya untuk mengejar euforia belaka atau sekedar adu kemeriahan kegiatan pemerintah. Jawa Timur sebagai provinsi dengan jumlah penduduk dan jumlah kabupaten/kota terbanyak tentunya menyumbang kompleksitas masalah ketenagakerjaan di Indonesia. Berdasarkan data Sakernas BPS Jatim per Februari 2025, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jawa Timur masih sebesar 3,61% atau turun 0,15% poin dibandingkan Februari 2024, dengan jumlah pengangguran sebesar 894.500 orang.  Angka tersebut muncul dikarenakan masih adanya mismatch (ketidaksesuaian kebutuhan dunia kerja dengan kualifikasi pencari kerja) dan mislink (ketidaksesuaian informasi lowongan kerja dengan keinginan pencari kerja) yang hingga kini masih saja terjadi. Kondisi ini terjadi bukan tanpa alasan, faktanya hingga kini sistem pendidikan masih belum bisa menjawab kebutuhan dunia industri. Banyak lulusan yang disebut “kaya teori, namun miskin praktik”. Kebanyakan mereka menunggu pekerjaan yang ideal, namun dunia kerja menawarkan realitas lain yang belum tentu bisa dipenuhi oleh lulusan pendidikan. Di sisi lain, karakter pencari kerja di era saat ini yang sering ditemui oleh penulis di beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur juga menjadi faktor penyebab masih tingginya angka pengangguran. Karakter yang suka memilih-milih pekerjaan(dari segi jumlah gaji/upah yang diberikan perusahaan, lokasi penempatan kerja & fasilitas apa saja diberikan oleh perusahaan) juga menjadi penyebab masih banyaknya jumlah pencari kerja. Dari sisi HRD/perwakilan perusahaan yang pernah ditemui oleh penulis ketika melakukan identifikasi lowongan kerja di perusahaan sebelum pelaksanaan Job Fair 2025, didapati pula informasi bahwa kondisi anak muda saat ini memiliki mental yang mudah down ketika bekerja. Minim motivasi kerja, daya adaptasi lingkungan yang rendah saat bekerja, serta malas mempelajari ilmu/keterampilan baru di dunia kerja membuat mereka lebih mudah memilih berhenti kerja yang kemudian berpeluang semakin menambah jumlah angka pengangguran. Kondisi ini pun dilihat oleh Disnaketrans Jatim yang terus berusaha untuk mengatasi permasalahan tersebut sembari melihat perkembangan kondisi ketenagakerjaan di Jawa Timur dengan menyelenggarakan kegiatan Job Fair 2025.  Selain memang menjadi program prioritas Gubernur, penyelenggaraan kegiatan ini juga sebagai bentuk layanan bagi para pencari kerja yang membutuhkan informasi pasar kerja. Tujuannya agar mereka mendapatkan pekerjaan sesuai dengan kompetensi dan kualifikasi masing-masing.  Di samping itu, bursa kerja juga bagian dari upaya meningkatkan investasi di Jawa Timur yang lebih inklusif dan ramah  bagi semua tenaga kerja. Diharapkan pula kegiatan ini bisa memfasilitasi masyarakat dalam mengakses informasi pelatihan kerja untuk lebih meningkatkan produktivitas dan keterampilan kerja. Tujuannya agar masyarakat menjadi lebih siap bekerja sesuai dengan kebutuhan keterampilan dunia kerja saat ini melalui keikutsertaan BPVP Sidoarjo milik Kementerian Ketenagakerjaan RI dan perwakilan 2 UPT BLK milik Disnakertrans Jatim.

Job Fair 2025 yang mengusung tema Merdeka Berkarier dan semangat Inklusivfitas, dengan jargon “Find Your Bright Future” ini tidak hanya sekedar kata.  Kegiatan yang diselenggarakan selama dua hari dari pada pukul 08.30-16.00 WIB ini, tidak hanya diikuti oleh perusahaan yang membuka lowongan kerja umum dengan total 5.589 peluang kerja baik dalam negeri(AKL dan AKAD) dan luar negeri(AKAN).  Di dalamnya juga ada delapan perusahaan dari sektor swasta dan satu perusahaan BUMN yang menyediakan lowongan bagi pencari kerja disabilitas sebanyak 163 kebutuhan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas(TKPD) dengan 15 jabatan  antara lain: Laboran/Teknisi Proses Kimia; Operator Pewarna/Tinter; Mekanik Elektrik; Crew Store; Operator Manufacture; Rider Delivery; Staf Administrasi; Helper; Operator Produksi; Internal Audit; Administrasi; Staf Manajemen Risiko dan Kepatuhan; Intern HRD; Intern Legal dan Intern Administrasi Umum. Dibukanya lowongan ini merupakan angin segar yang menunjukkan tren positif dunia kerja yang semakin menaruh perhatian pada inklusivitas, No One Left Behind. Menariknya, karena jumlah jabatan ini mengalami peningkatan daripada penyelenggaraan job fair tahun lalu yang hanya sebanyak tujuh jabatan yang dibuka. Selain itu, job fair tahun ini juga memfasilitasi tiga UMKM dari kelompok disabilitas binaan Disnakertrans Jawa Timur. Mereka berpartisipasi untuk menunjukkan bahwa disabilitas juga memiliki daya serta semangat yang sama dalam hal berwirausaha. Tidak hanya itu, penyelenggaraan job fair tahun ini juga spesial, jika sebelumnya JBI (Juru Bahasa Isyarat) hanya ada di hari pertama saat opening ceremony berlangsung dan di dekat panggung pembukaan, tahun ini JBI tersedia di dua hari pelaksanaan. Mereka juga ada di depan lokasi ruangan job fair membantu proses komunikasi jika ada kendala registrasi yang dialami oleh pencari kerja disabilitas. JBI memandu pencari kerja disabilitas ke booth perusahaan yang membuka peluang kerja bagi disabilitas. Inclusivity is not just a word!

Selain lowongan kerja bagi disabilitas, job fair tahun ini juga menyediakan lowongan kerja penempatan luar negeri(Antar Kerja Antar Negara) dengan sektor formal dengan negara penempatan seperti Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan. Ada sekitar empat P3MI yang total menyediakan peluang kerja sebanyak 1.858 orang dengan jabatan antara lain seperti Nurse, Welder, Painter, Electrical, F & B, Caregiver, Driver, Operator Manufacture, Konstruksi dan Ahli Reparasi Kendaraan. Lagi-lagi inklusivitas untuk semua, tanpa terkecuali baik peluang kerja di dalam dan luar negeri. Tentu ini juga sebuah angin segar bagi para pencari kerja yang ingin bekerja di luar negeri sesuai prosedur dan sudah pasti aman jauh dari permasalahan.

Job fair yang tahun ini dibuka langsung Gubernur Jawa Timur juga menjadi penyelenggaraan keamanan dan kenyamanan baik bagi pencari kerja juga perusahaan yang berpartisipasi sebagai peserta. Berkaca pada penyelenggaraan serupa di sebuah daerah luar Jawa Timur yang terjadi banyak kerumunan pada beberapa waktu lalu, maka Disnakertrans Jatim menyediakan laman https://jobfairdisnakertransjatim.com/ sebagai one sistem pendaftaran yang dibuka dan bisa diakses pada H-10 pelaksanaan kegiatan bagi pencari kerja yang hadir sekaligus sistem pelamaran kerja yang hanya bisa diakses jika pencari kerja berhasil check-in dalam radius 300 m di lokasi kegiatan. Laman tersebut memberikan pilihan kehadiran di dua sesi setiap harinya pada dua hari pelaksanaan job fair agar jumlah pencari kerja yang hadir bisa terkontrol dengan baik menghindari  potensi kerumunan massa dan menciptakan ketertiban umum. Alhasil kegiatan yang diselenggarakan di lokasi dekat dengan pusat bisnis Kota Surabaya ini pun bisa berjalan baik dan lancar, terlebih juga dari pihak panitia membagikan roti dan air minum kepada para pencari kerja yang hadir sebagai bentuk pelayanan prima dari pemerintah kepada masyarakat. Di sela-sela pelaksanaan job fair, juga diadakan talk show dengan narasumber dari BP3MI Jawa Timur dan PLAN International Indonesia(Lembaga NGO). Masing-masing narasumber menyampaikan materi tentang Peluang Kerja Keluar Negeri dan Keamanannya dan Wirausaha Muda dan Prospeknya. Penyelenggaraan job fair selama  2(dua) hari ini pun tidak berhenti begitu saja, selepas pukul 16.00 WIB pada hari kedua, kegiatan berganti konsep menjadi daring dengan jumlah 24 perusahaan yang berbeda. Para pencari kerja yang belum berkesempatan hadir langsung bisa tetap mengakses laman  https://jobfairdisnakertransjatim.com/ untuk mendapatkan informasi pasar kerja. Bagi mereka yang belum memiliki akun wajib untuk registrasi dan kemudian melengkapi data diri yang diperlukan dalam melamar pekerjaan. Waktu penyelenggaraan job fair daring yang lebih lama yakni selama lima hari berturut-turut dimulai pada 1 Oktober 2025 pukul 16.01 WIB hingga 5 Oktober 2025 Pukul 23.59 WIB bermaksud untuk memberikan kesempatan yang luas dan sebanyak-banyaknya bagi semua pencari kerja untuk mengakses informasi pasar kerja dan menambah peluang mereka agar lebih banyak diterima di dunia kerja.

Kini penyelenggaraan job fair telah usai dilaksanakan. Namun rangkaian kegiatan pasca job fair belum usai. Laporan penempatan dari masing-masing perusahaan peserta job fair baik offline dan online menarik untuk ditunggu pada H+30 setelah pelaksanaan nanti, apakah mampu untuk menyerap lebih banyak ribuan pencari kerja yang hadir atau malah sebaliknya. Proses seleksi rekrutmen bagi pencari kerja dari Job Fair 2025 di masing-masing perusahaan peserta masih berjalan, dari pihak panitia sudah menjelaskan sejak awal sebelum pelaksanaan bahwa laporan penempatan tenaga kerja dari perusahaan peserta wajib diserahkan kepada panitia H+30 setelah kegiatan. Harapan pemerintah pun sederhana, kegiatan ini bisa menyerap banyak pencari kerja dan mengurangi angka pengangguran khususnya di wilayah Jawa Timur. Dan tentu dengan semakin banyaknya pencari kerja yang terserap di dunia kerja melalui job fair ini, setidaknya stigma buruk terhadap job fair yang seringkali dianggap oleh segelintir orang sebagai formalitas atau hanya seremonial belaka bisa berubah baik dan tampak wujud nyata dampak positifnya.


Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia © 2018 • Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.