ALAT PEMUSNAH SAMPAH MINIM ASAP INOVASI TENAGA KERJA MANDIRI LANJUTAN

ALAT PEMUSNAH SAMPAH MINIM ASAP INOVASI TENAGA KERJA MANDIRI LANJUTAN

Hari Nurdiansyah merupakan salah seorang Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Lanjutan binaan Balai Besar Perluasan Kesempatan Kerja (BBPKK) Bandung Barat yang berasal dari Desa Rawalele, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat. Usaha yang digeluti oleh Hari adalah pembuatan kerajinan/kriya berbahan dasar kayu seperti patung, diorama, miniatur perahu, miniatur pesawat dengan brand Suddha Art & RC. Selain itu Ia juga memproduksi miniatur pesawat yang dilengkapi dengan remote control yang digunakan untuk kegiatan aeromodelling. Produknya tidak hanya diminati oleh konsumen dalam negeri saja, tetapi juga sudah menembus pasar mancanegara seperti Malaysia, Australia, Qatar, Nigeria, dan Afrika Selatan.

INOVASI ALAT PEMUSNAH SAMPAH MINIM ASAP

Tidak hanya memproduksi kerajinan kayu dan miniatur pesawat aeromodelling, Hari pun menekuni dan mencoba berinovasi menciptakan alat pemusnah sampah minim asap. Ide pembuatan alat pemusnah sampah ini berawal dari keprihatinannya terhadap permasalahan sampah di lingkungan tempat tinggalnya, di Desa Rawalele, Kabupaten Subang.

Membuat alat ini tidak semudah membalikkan telapak tangan.  Hari menuturkan bahwa perlu lima kali percobaan hingga akhirnya dapat menghasilkan alat pemusnah sampah minim asap yang dapat bekerja secara efektif dan efisien. Alat pemusnah sampah yang dikreasi oleh Hari terbuat dari bahan-bahan yang mudah diperoleh seperti drum bekas dan besi sebagai konstruksi rangka. Alat ini terdiri dari tiga bagian yaitu kompor, tungku pembakar yang berasal dari drum bekas dan cerobong asap.

Sementara untuk bahan bakar dari alat pemusnah sampah ini, Hari menggunakan oli bekas. Pemilihan oli bekas sebagai bahan bakar diperoleh setelah melalui beberapa kali percobaan dengan beberapa alternatif bahan bakar lain. Dari hasil percobaan tersebut Hari menyimpulkan bahwa oli bekas merupakan pilihan yang terbaik sebagai bahan bakar dari alat ini. Oli bekas yang digunakan sebagai bahan bakarpun relatif sedikit, hanya sekitar satu liter dan hanya digunakan pada awal proses pembakaran, dan untuk selanjutnya selama masih ada sampah yang terbakar maka alat ini akan terus berfungsi untuk memusnahkan sampah.

Pada saat pembakaran, suhu yang dihasilkan oleh alat tersebut mencapai 700°C dan mampu memusnahkan  sampah kering maupun sampah basah dengan kapasitas pembakaran sampah mencapai 3 ton/hari. Alat pemusnah sampah yang dikreasi oleh Hari ini tergolong ramah lingkungan, sebab asap yang dihasilkan sangat minim dan tidak menimbulkan bau. Hari menuturkan, emisi asap dari alat ini sudah dinyatakan lolos uji emisi dari Laboratorium Kimia Universitas Gadjah Mada dan dinyatakan aman bagi lingkungan.

Untuk sampah organik dan sampah plastik yang masih mempunyai nilai ekonomis dilakukan pemilahan sebelum proses pembakaran. Sampah organik dapat difermentasi untuk dijadikan pupuk kompos. Sedangkan sampah plastik dapat dimanfaatkan untuk membuat kerajinan. Uniknya lagi asap dari pembakaran sampah ini dapat disuling dan hasilnya digunakan sebagai pupuk cair atau dapat digunakan sebagai cairan penghilang bau. Produk sampingan dari dari sisa abu pembakaran masih dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran pembuatan paving block.

Sudah banyak yang menggunakan alat pemusnah sampah buatan Hari. Pesanan pun datang dari sejumlah daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan dan Sulawesi. Hari berharap dengan diciptakannya alat pemusnah sampah minim asap ini dapat menjadi salah satu alternartif penanganan masalah sampah yang efektif dan ramah lingkungan. Selain itu dapat menciptakan perluasan kesempatan kerja di masyarakat dengan memproduksi kompos, pupuk cair dan juga pemanfaatan limbah sampah plastik menjadi kerajinan yang tentunya mempunyai nilai ekonomis.


Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia © 2018 • Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.